Bacaan
TopikSikap Orang-orang Munafik terhadap Jihad (Ayat 49-59)
إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَ
Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan, mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, "Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi berperang)," dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira.
Logical Fallacy
Mind Reading + Ad Hominem Kolektif: Mengklaim tahu perasaan batin orang munafik — bahwa mereka 'tidak senang' atas keberhasilan Nabi — adalah atribusi psikologis tanpa verifikasi.
Moral Concern
Menghukum Emosi dan Pikiran yang Diasumsikan: Mengklaim mengetahui bahwa orang munafik "tidak gembira" atas keberhasilan Muslim memvalidasi hukuman berdasarkan pikiran dan perasaan yang diasumsikan, bukan tindakan nyata.
