Bacaan
TopikKarakter Orang-orang Munafik dan Beriman (Ayat 71-80)
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.
Logical Fallacy
Kesalahan Post Hoc - Ayat 77 menyiratkan bahwa Allah "menanamkan kemunafikan" dalam hati mereka karena mereka ingkar janji, mencampuradukkan korelasi dan kausalitas, padahal kemunafikan adalah sebab pengingkaran, bukan akibatnya.
Moral Concern
Paradoks Hukuman atas Tindakan yang Dipredestinasi: Menghukum seseorang atas kemunafikan yang "ditanamkan Allah" akibat pelanggaran mereka sebelumnya menciptakan siklus hukuman tanpa jalan keluar yang adil.
