Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika kaum munafik mencela para sahabat yang bersedekah. Ketika Abdurrahman bin Auf bersedekah dengan jumlah yang sangat besar, mereka menuduhnya hanya pamer (riya). Namun ketika sahabat miskin bernama Abu 'Aqil bersedekah hanya dengan satu gantang kurma hasil kerjanya semalaman, mereka mengejeknya bahwa Allah tidak butuh sedekah sekecil itu. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan sifat kaum munafik yang selalu saja mengejek para sahabat yang menyedekahkan hartanya sesuai kemampuan mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikKarakter Orang-orang Munafik dan Beriman (Ayat 71-80)
الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya punya (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
Logical Fallacy
Divine Retaliation for Social Criticism: Mengkutuk seseorang karena mengkritik cara sedekah orang lain menggunakan otoritas ilahi untuk membungkam kritik sosial yang wajar — Appeal to Divine Authority untuk melindungi perilaku dari evaluasi.
Moral Concern
Supernatural Punishment untuk Kritik Sosial: Mengkutuk seseorang hanya karena mengkritik cara seseorang bersedekah adalah penggunaan otoritas ilahi untuk membungkam kritik sosial yang sah terhadap perilaku in-group.
