
Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.

Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.
Asbabun Nuzul
Ketika pembesar munafik bernama ‘Abdullàh bin Ubay meninggal, pu-tranya meminta Nabi menyalati jenazah ayahnya. Nabi pun menuruti per-mintaan itu. Tidak lama berselang, turunlah ayat di atas sebagai teguranatas tindakan Nabi tersebut.
Topik
Larangan menyalatkan jenazah orang munafik (Ayat 84-85)
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ
Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
Logical Fallacy
Komposisi/Divisi - Ayat 83-84 menerapkan hukuman kolektif pada semua yang meminta izin tidak berperang, menganggap sifat sebagian anggota kelompok berlaku untuk seluruh kelompok.
Moral Concern
Diskriminasi Berbasis Kepercayaan - Ayat 84 melarang melaksanakan salat untuk orang munafik yang meninggal, mendiskriminasi berdasarkan keyakinan dalam praktik sosial dan ritual penting.