At-Taubah (Pengampunan) Ayat 127

Topik

Pengaruh Al-Quran terhadap orang-orang beriman dan munafik (Ayat 124-127)

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

Dan apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (sambil berkata), "Adakah seseorang (dari kaum muslimin) yang melihat kamu?" Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.

Logical Fallacy

False Cause - Ayat 125-127 mengklaim bahwa ayat-ayat Al-Qur'an menambah kekafiran orang yang "di dalam hatinya ada penyakit," menciptakan hubungan sebab-akibat yang tidak dapat diverifikasi.

Moral Concern

Determinisme Moral - Ayat 125-127 menyiratkan bahwa Allah "memalingkan hati mereka" dan menambah kekafiran mereka, menciptakan paradoks moral di mana individu dihukum untuk kekafiran yang ditentukan oleh kekuatan di luar kendali mereka.