Bacaan
TopikNasihat Akhir dan Penutup (Ayat 119-129)
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy (singgasana) yang agung."
Logical Fallacy
Appeal to Divine Sufficiency: 'Cukuplah Allah' sebagai penutup surat yang penuh seruan perang dan ancaman berfungsi sebagai penutupan retoris yang menetralkan semua keberatan dengan menyerahkan segalanya kepada Allah — menutup ruang untuk pertanyaan lebih lanjut.
Moral Concern
Menutup Surat Perang dengan Tawakkal Tanpa Refleksi Etis: Mengakhiri surat yang penuh instruksi kekerasan dengan "cukuplah Allah" menghindari pertanggungjawaban etis atas semua perintah berbahaya sebelumnya dengan mereduksinya menjadi urusan teologis semata.
