Topik
Pertolongan Allah bagi orang yang berputus asa (Ayat 15-16)
مَنْ كَانَ يَظُنُّ أَنْ لَنْ يَنْصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ
Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit,541) lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.
Kritik
Ayat ini menggunakan metafora menganjurkan bunuh diri ("merentangkan tali ke langit-langit, lalu menggantung diri") bagi orang yang meragukan pertolongan Allah kepada Muhammad. Penggunaan referensi bunuh diri sebagai retorika menunjukkan masalah etis serius, mengesampingkan kompleksitas kesehatan mental dan menjadikan tindakan mematikan sebagai bahan sarkasme.