Topik
Penunjukan tempat Ka'bah kepada Ibrahim (Ayat 26)
وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), "Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud.
Kritik
22:26-27 Klaim historis bahwa Ibrahim membangun Baitullah (Ka'bah) tidak didukung bukti arkeologis independen. Narasi ini menciptakan legitimasi retrospektif untuk praktik kultus lokal Arab pra-Islam yang kemudian diintegrasikan ke dalam Islam. Dari perspektif sejarah kritis, ini menunjukkan pola umum di mana tradisi baru mengklaim kontinuitas dengan figur otoritatif kuno.