Al-Hajj (Haji) Ayat 63

Topik

Menghijaukan bumi setelah kering (Ayat 63)

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahahalus, Maha Mengetahui.

Kritik

22:63-64 Menggunakan fenomena alam (hujan, bumi hijau) sebagai bukti kebenaran teologis merupakan logical fallacy (non sequitur). Tidak ada hubungan logis antara proses meteorologi dan klaim kebenaran religius khusus. Argumen semacam ini menunjukkan lemahnya fondasi epistemologis untuk klaim yang diajukan.

Logical Fallacy

Post hoc ergo propter hoc - Ayat 63 mengimplikasikan bahwa turunnya hujan dan kehijauan bumi adalah bukti langsung kekuasaan Allah, tanpa mempertimbangkan penjelasan alamiah tentang siklus air.