Topik
Penolakan para pemuka kaum (Ayat 24-25)
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّىٰ حِينٍ
Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan."
Kritik
(23:25) Narasi tentang penolakan terhadap Nuh dengan tuduhan "gila" mencerminkan pola klasik dalam kitab-kitab agama untuk mendelegitimasi kritik terhadap klaim religius. Alih-alih menghadirkan diskusi rasional, teks mereduksi penentang menjadi karakter jahat, menciptakan dikotomi simplisik antara "beriman" dan "kafir".
Logical Fallacy
Ad hominem - Ayat 24-25 memperlihatkan penyerangan karakter Nuh ("hanyalah manusia seperti kamu", "seorang laki-laki yang gila") daripada menghadapi argumen yang disampaikannya.