Orang-Orang Mukmin, terdiri dari 118 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-74 setelah Al-Anbiya' sebelum As-Sajdah.
Surat ini adalah cetak biru kontrol sosial yang dikemas sebagai daftar sifat orang beriman. Kalau dilihat secara kritis, ada beberapa masalah besar:
Pseudosains yang terdengar ilmiah tapi tidak akurat:
Tahapan penciptaan manusia dari "segumpal darah, segumpal daging, lalu tulang dibungkus daging" bukan embriologi — ini tebakan orang yang tidak paham anatomi. Kedengarannya sistematis, tapi tidak sesuai dengan cara kerja perkembangan janin yang sebenarnya.
Aturan seksual yang melegalkan perbudakan:
Hubungan seksual hanya boleh dengan istri atau "budak yang dimiliki." Ini bukan aturan moral universal — ini legalisasi perbudakan seksual yang dibungkus bahasa agama. Bias patriarkalnya tidak bisa disembunyikan.
Kontrol ekonomi dan waktu yang dikemas sebagai ibadah:
Zakat dan kewajiban shalat bukan sekadar ritual spiritual — ini sistem yang memaksa orang menyerahkan uang dan waktu mereka kepada struktur yang diklaim suci tapi menguntungkan elit agama.
Ancaman hari kiamat yang tidak bisa diverifikasi:
Gambaran hari kiamat yang sangat detail tapi tanpa bukti empiris apapun. Yang lebih ironis, surat ini sendiri mengakui bahwa orang-orang sebelumnya juga pernah membuat klaim serupa — tapi tidak pernah terbukti.
Kontradiksi antara klaim toleransi dan praktik supremasi:
Di satu sisi semua agama diklaim berakar dari sumber yang sama, tapi di sisi lain yang menyembah selain Allah langsung diancam hukuman. Ini bukan toleransi — ini supremasi yang berpura-pura inklusif.
Kesimpulan:
Al-Mu'minun adalah panduan kontrol sosial yang menggunakan pseudosains untuk kesan kredibilitas, aturan yang menguntungkan penguasa, dan ancaman yang tidak bisa dibuktikan untuk membangun kepatuhan. Polanya sudah terlalu familiar untuk disebut kebetulan.
1-11 : Sifat-sifat Orang Beriman yang Beruntung (Ayat 1-11)
Ayat ini turun berkaitan dengan ucapan 'Umar bin Khattab. Saat beliau mendengar Nabi mendiktekan tahapan penciptaan manusia hingga kalimat "kemudian Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain," 'Umar spontan takjub dan berseru, "Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik!" Ayat penutup tersebut kemudian turun persis sama dengan ucapan 'Umar.
Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia, "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum."
Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka binasalah kaum yang tidak beriman.
Maka mereka berkata, "Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita, padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"
Ayat ini turun ketika Abu Sufyan datang menemui Nabi Muhammad SAW dan memohon dengan nama Allah dan hubungan kekerabatan agar beliau mau mendoakan kaum Quraisy. Saat itu, penduduk Makkah ditimpa kemarau panjang dan kelaparan hebat (hingga memakan bulu yang dicampur darah) setelah Thumamah bin Athal memblokir pasokan pangan dari Al-Yamamah.
(Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi)
Ayat ini turun berkaitan dengan Abù Sufyàn yang mengadukan kepada Nabi masa paceklik dan kekurangan pangan hebat yang menimpa penduduk Mekah. Mereka tidak menyadari kejadian itu merupakan azab Allah akibat kekafiran mereka.
(Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)