Al-Mu'minun (Orang-Orang Mukmin) Ayat 76

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun berkaitan dengan Abù Sufyàn yang mengadukan kepadaNabi masa paceklik dan kekurangan pangan hebat yang menimpa pen-duduk Mekah. Mereka tidak menyadari kejadian itu merupakan azabAllah akibat kekafiran mereka.

Topik

Keengganan untuk bertaubat meski diberi rahmat (Ayat 75-77)

وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ

Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka,555) tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan (juga) tidak merendahkan diri.

Logical Fallacy

Non Sequitur - Ayat 75-76 menunjukkan ketidakterkaitan logis: bahwa belas kasihan dan penghapusan malapetaka justru akan membuat mereka "terus menerus terombang-ambing dalam kesesatan."

Moral Concern

Kepatuhan vs Otonomi - Ayat 76 menyoroti ketidakmauan untuk "tunduk" dan "merendahkan diri" sebagai masalah moral, memunculkan ketegangan antara kepatuhan dan otonomi moral manusia.