Detail Ayat
An-Nisa' (Wanita) Ayat 11
Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkaitan dengan pertanyaan Jàbir bin ‘Abdullàh tentang ba-gaimana ia mesti membagi harta warisannya kepada saudara-saudaranya.
Topik
Pembagian warisan untuk anak-anak (Ayat 11)
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.181) Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
Kritik
- Ketentuan "bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan" menetapkan ketidaksetaraan gender yang sistemik dalam warisan. - Ayat ini secara matematis problematik karena dalam beberapa kasus pembagian (seperti kombinasi tertentu jumlah anak dan orangtua) dapat menghasilkan total pembagian yang tidak mencapai 100% atau melebihi 100%. - Klaim bahwa "kamu tidak mengetahui siapa yang lebih banyak manfaatnya" bertentangan dengan ketentuan yang justru telah menetapkan nilai manfaat berbasis gender secara kaku.
Logical Fallacy
Argumentum ad verecundiam - Teks secara berulang menggunakan otoritas (Allah) sebagai dasar kebenaran tanpa memberikan justifikasi logis, seperti pada ayat 4:11 yang menyimpulkan "Ini adalah ketetapan Allah" sebagai pembenaran akhir.
Moral Concern
Ketidaksetaraan gender - Teks menetapkan perbedaan nilai warisan berdasarkan gender, dengan laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari perempuan (ayat 4:11), mencerminkan ketidaksetaraan struktural.
Ayat sebelumnya
Ayat berikutnya