Detail Ayat
An-Nisa' (Wanita) Ayat 48
Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.
Topik
Syirik adalah dosa yang tidak diampuni (Ayat 48-50)
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
Kritik
- Menetapkan hierarki dosa dengan "syirik" (menyekutukan Tuhan) sebagai tidak terampuni menciptakan kekakuan dogmatis yang tidak proporsional dengan bahaya nyata yang ditimbulkan. - Konsekuensi psikologis dari ayat ini dapat menciptakan ketakutan berlebihan dan intoleransi terhadap perbedaan keyakinan.
Moral Concern
Diskriminasi berbasis keyakinan - Ayat 4:48-52 menetapkan hierarki moral berdasarkan keyakinan religius, dengan membedakan perlakuan terhadap orang berdasarkan kepercayaan mereka, bukan berdasarkan perilaku atau karakter.
Ayat sebelumnya
Ayat berikutnya