Detail Ayat

An-Nisa' (Wanita) Ayat 51

Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.

Asbabun Nuzul

51-52 Ayat di atas turun untuk menanggapi peristiwa ketika Ka‘b bin al-Asyraf,pemuka Yahudi Madinah, bertemu penduduk Mekah dan menegaskanbahwa mereka lebih baik dan lebih mendapat petunjuk dibandingkan Na-bi êallallàhu ‘alaihi wasallam.

Topik

Perilaku Ahli Kitab terhadap Al-Qur'an (Ayat 51-55)

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Ṭāgūt,202) dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.

Kritik

4:51-52 - Menggambarkan seluruh kelompok Yahudi secara kolektif sebagai "percaya pada Jibt dan Tagut" (berhala), menciptakan stereotip dan antagonisme antar-agama. - Penggunaan konsep "laknat Allah" dan "tidak akan mendapatkan penolong" menjustifikasi stigmatisasi dan pengucilan sosial kelompok yang berbeda keyakinan.

Moral Concern

Intoleransi religius - Teks mengandung sikap intoleran terhadap kepercayaan lain, khususnya terhadap Yahudi, dengan menggunakan bahasa pejoratif dan ancaman, seperti pada ayat 4:46-47 dan 4:51-52.

Ayat sebelumnya

Ayat berikutnya