Detail Ayat

An-Nisa' (Wanita) Ayat 116

Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.

Topik

Syirik adalah dosa yang tidak diampuni (Ayat 116-121)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.

Kritik

- Menetapkan syirik (mempersekutukan Allah) sebagai satu-satunya dosa yang tidak terampuni menciptakan hierarki pelanggaran yang tidak proporsional: kejahatan terhadap manusia (seperti pembunuhan/perkosaan) dapat diampuni, tetapi kesalahan keyakinan tidak. - Konsep ini menciptakan paradoks moral di mana tindakan kebaikan dari orang dengan keyakinan berbeda menjadi tidak bermakna dibandingkan keimanan formal tanpa tindakan nyata.

Logical Fallacy

Absolutisme moral - Teks mempresentasikan penilaian moral absolut tanpa ruang untuk nuansa atau konteks, seperti pada ayat 4:116 tentang dosa syirik yang tidak akan diampuni, menunjukkan sistem berpikir dogmatis. Perbedaan pengampunan berdasarkan jenis dosa - Ayat 4:116 menyatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik namun mengampuni dosa-dosa lain, menciptakan hierarki dosa yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam sistem etika.

Moral Concern

Perbedaan pengampunan berdasarkan jenis dosa - Ayat 4:116 menyatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik namun mengampuni dosa-dosa lain, menciptakan hierarki dosa yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam sistem etika.

Ayat sebelumnya

Ayat berikutnya

Database bermasalah | SliceQ