Detail Ayat
An-Nisa' (Wanita) Ayat 157
Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.
Topik
Pengingkaran janji dan pembunuhan nabi (Ayat 155-159)
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,243) padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang siapa yang dibunuh. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,
Kritik
4:157-159 - Mengklaim "mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya" bertentangan dengan konsensus sejarah dan menyangkal fondasi inti keyakinan Kristiani. - Pernyataan "tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya menjelang kematiannya" mengingkari realitas kebebasan keyakinan dan menolak keragaman pengalaman spiritual.
Logical Fallacy
Pengalihan beban pembuktian - Ayat 4:157 mengklaim bahwa Isa tidak dibunuh atau disalib tetapi "diserupakan" dengan orang lain, tanpa menyediakan bukti yang memadai, menggeser tanggung jawab pembuktian dari pembuat klaim.
Moral Concern
Reinterpretasi sejarah religius - Ayat 4:157-158 mendekonstruksi narasi penyaliban yang penting dalam tradisi Kristen dengan klaim kontra-faktual, berpotensi mendelegitimasi pengalaman religius komunitas lain.
Ayat sebelumnya
Ayat berikutnya